Selamat Untuk SMKN 1 Singosari Malang ( bangga Sebagai ALUMNI ’93 )

JAKARTA, KOMPAS.com – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri I Singosari, Malang, Jawa Timur berhasil mengembangkan mobil penjelajah Pick Up Ektra Cabin Digdaya 1,5i. Hasil rakitan putra-putri dalam negeri ini akan dipromosikan sebagai salah satu prototipe mobil nasional (mobnas) di Indonesia.

Kepala Sekolah SMK I Singosari, Bagus Gunawan, di Jakarta, Minggu (24/5), mengatakan, keberhasilam ini merupakan jerih payah yang dilakukan siswa-siswi SMK I Singosari dengan dibantu guru dan konsultan pelaksana selama tiga bulan. Karya tersebut diklaim sebagai mobil yang murah dan ramah lingkungan.

“Kami berharap nantinya mobil ini bisa diproduksi secara massal di Indonesia,” kata Bagus saat ditemui di Pameran Kreasi SMK yang berlangsung sejak 21-24 Mei di Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kemayoran, Jakarta Pusat.

Menurut dia, ide awal diciptakan mobil penjelajah ini adalah dengan melihat wilayah Indonesia yang lebih banyak desa, dari pada kota. Kondisi infrastruktur di desa sendiri, lanjut dia, pada umumnya masih memprihatinkan, seperti halnya banyaknya jalan yang belum diaspal, berbatu, becek jika terkena hujan, terjal dan lainnya.

Oleh karena itu, kata dia, mobil dengan kecepatan 100 km/jam didesain khusus untuk melakukan penjelajahan di desa-desa yang sulit dijangkau oleh kendaraan roda empat pada umumnya.

“Mobil ini cocok bagi pejabat pemerintah daerah yang mempunyai tugas untuk mengontrol desa-desa yang masuk di wilayahnya, maupun pengusaha yang membuka peluang bisnis di desa-desa,” katanya.

Adapun spesifikasi mobil dengan kapasitas mesin 1.498 cc ini di antaranya transmisi Suzuki Escudo, Suspensi depan Mitsubishi L300 dan suspensi belakang Isuzu Panther serta rangkanya dari Panther. Sedangkan bagian kerangka mobil yang asli buatan sendiri adalah kaca dan wiring.

Ide cemerlang para siswa tersebut, kata dia, mendapatkan apresiasi dari para pengunjung pameran. Bahkan Institut Teknologi Bandung (ITB) akan mengundang pihak SMK 1 Singosari untuk memarkan hasil karyanya pada 25 Mei mendatang. “Di ITB nanti, bapak Presiden akan melihat secara langsung hasil karya kami,” katanya.

Biaya pembuatan mobil penjelalah itu menghabiskan dana sekitar Rp175 juta. Bagus menjelaskan, harga tersebut termasuk tinggi sebab masih dalam tahap percobaan dan beberapa komponennya harus dikirim dari luar negeri.

Namun, katanya, ada optimisme harga satuan kendaraan berbahan bakar bensin itu bisa mencapai Rp100 juta per unitnya pada produksi selanjutnya karena pertimbangan efisiensi bahan pembuatan. Pihaknya juga perlu dukungan dari kalangan swasta untuk mengembangkan mobil ini selanjutnya.

Sementara itu, salah satu siswa yang merakit mobil penjelajah, M. Faiz Firdaus, merasa bangga atas keberhasilan pembuatan mobil tersebut karena bisa menjadi produk unggulan yang mengharumkan nama sekolahnya bahkan bagi bangsa Indonesia.

“Saya dan teman-teman akan terus mengembangkan bagaimana membuat mobil yang lebih bagus,” katanya.

Tentang Mpu-Elcom

Sholatku , ibadahku , hidupku , dan matiku , ku persembahkan untuk Allah tuhan Alam semesta...
Pos ini dipublikasikan di sekedar info dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s