Belajar mencari “AKU” ( nikmatnya ketiadaan )

Kita hidup sudah selama usia kita masing-masing , melewati berbagai suasana hati , angan-angan , perasaan , tingkah laku.Tetapi kita tidak / belum mengetahui siapa “aku” diri kita dan dimana  tempatnya. Padahal itulah jiwa  kita yang sebenarnya.

Coba anda katakan “aku….aku….aku” berulang kali  , sambil anda cari dimana tempat aku tersebut berada ….🙂

Betapa lucunya  kita …🙂 bila merasa memiliki sesuatu ( diri / jiwa ) yang kita sendiri tidak tahu siapa kita …

Contohnya :

Bila kita  Diberi amanat sebagai pemimpin atau memiliki kekuasaan , kadang kita merasa bahwa kekuasaan itu milik kita , sehingga kita bisa membuat suatu keputusan sesuai keinginan kita … :(  , mengatur segala sesuatunya agar  hasil akhirnya    menguntungkan “diriku sendiri”….

apakah ini tujuan dan harapan kita..!?

yang sebenarnya kita  belum tahu siapa “diri kita

Menurut saya… “Aku”  adalah hidup kita atau kesadaran kita… yang akan bertanggung jawab atas segala apa yang akan terjadi selama kita hidup ( sadar ).. karena didalam agamapun… kita hanya berkewajiban bila kita sadar ( contoh: orang yang hilang kesadarannya , tidak berkewajiban melakukan ibadah ).

Lebih jelasnya… sebagai berikut :

  1. Tuhan ( Sang Pencipta alam semesta ) memberikan kita kesadaran… itu adalah “hidup  kita”  yang sebenarnya..yang diciptakan dari zat Tuhan.Karena pada hakekatnya hanya Tuhan yang hidup , sedangkan semua makhluk adalah diberi kehidupan ( dihidupkan ) .Dan dengan adanya hidup (  kesadaran) kita akan mempunyai keinginan / kehendak…. yang akan kita pertanggung jawabkan hasilnya.
  2. Kemudian kesadaran tersebut oleh Tuhan diberi tambahan attribut / asesories yang bernama “ilmu” , yang  terbuat dari cahaya.Dari itulah ada istilah pencerahan …. karena apabila pemahaman , keyakinan ataupun ilmu pengetahuan kita bertambah… seakan-akan kita mendapatkan cahaya yang menerangi kebodohan kita…
  3. Setelah ditambahkan attribut yang bernama “Ilmu” , lalu  ditambahkanlah attribut baru yang bernama “ingatan”… yang berfungsi untuk menyimpan berbagai macam ilmu pengetahuan agar bisa terekam sehingga bisa digunakan untuk keperluan suatu saat. Attribut “ingatan” dibuat oleh Tuhan dari bahan dasar yang bernama “Prana” yang dalam kenyataan adalah zat pembentuk bayangan yang ditimbulkan karena adanya benda yang di terangi oleh cahaya…..

Itulah 3 elemen di atas elemen yang pernah saya gambarkan dalam kisah Avatar ( Tanah ,Air, Api , Udara ).

Jadi bila digabung manusia terdiri dari 7 elemen pembentuk :

  1. Hidup / kesadaran yang terbuat / diciptakan oleh Yang Maha Hidup… yaitu Tuhan yang menciptakan alam semesta.
  2. Cahaya … yang dalam kenyataan akan berwujud wawasan / ilmu pengetahuan / keyakinan .
  3. Ether / Prana , didalam kehidupan kita berfungsi sebagai memory yang merekam semua apa yang kita lakukan , rasakan , bayangkan , dan juga yang kita inginkan.Yang akan membentuk dalam diri kita , dan sering disebut dengan refleks . atau refleks adalah kumpulan history dari kelakuan, perasaan , angan-angan , dan kehendak kita.
  4. Udara — dalam kehidupan kita , elemen udara berwujud kehendak  , niat , atau keinginan kita.
  5. Api — adalah elemen yang menjadi bahan dasar angan-angan / imajinasi kita.
  6. Air — elemen ini di dalam diri kita berwujud perasaan , sehingga kita bisa sedih , senang , menyesal dst….
  7. Tanah — elemen tanah adalah pembentuk wujud fisik kita.

Ini adalah gambaran diri kita , seperti yang disabdakan Nabi ” Setiap dari kamu adalah pemimpin , dan setiap pemimpin akan bertanggung jawab atas apa yang telah dipimpinnya”

artinya : Kesadaran kita adalah pemimpin yang bisa mengendalikan semua attribut dibawahnya… jadi kesadaran inilah yang akan mempertanggung jawabkan apa yang dia lakukan.

Contohnya : Kita bisa bebas berniat , berangan-angan , berprasangka , berbuat apa saja … kita bisa berbuat baik dan buruk menurut pandangan ilmu / wawasan yang kita miliki…

Jadi :

  • Jangan kita merasa lebih hebat dari orang lain baik dalam hal : agama , keahlian , ilmu pengetahuan , dll . Karena secara hakikat penentu hebat , baik , benar , salah adalah Tuhan.. , sedang kita hanya mengetahui seluas sudut pandang dan  pengetahuan yang kita miliki…jadi jangan memaksa  orang lain harus memiliki wawasan pengetahuan / keyakinan seperti yang kita yakini.
  • Setiap orang memiliki history / catatan hidup yang berbeda-beda  jadi kita mempunyai ilmu dan keyakinan yang berbeda pula dan kita harus menghormati mereka selama tidak mengganggu hak dan kewajiban kita.
  • Berlatihlah untuk selalu berniat / berkehendak yang baik… misalnya: selalu berusaha / berniat untuk berbuat baik dan  bermanfaat bagi orang / makhluk hidup lainnya…
  • Melatih angan-angan dengan berimajinasi hal-hal yang positif
  • Menjaga perasaan dari hal-hal yang negatif…
  • Bertingkah laku yang baik , jangan melakukan hal-hal  yang bila orang lain melakukannya kepada  anda   , anda tidak mau.
  • Menjaga kesehatan dan kebersihan fisik… agar tubuh kita tetap sehat selalu

Itulah kenyataan yang menurut saya adalah sebenarnya , bagaimana kita bersikap… jangan hanya karena telah merasa memiliki kemampuan agama ( dari membaca.. ) , lalu kita menyalahkan orang lain yang tidak sepaham / sealiran dengan kita..🙂

Seperti jenjang dalam sekolah , dalam agamapun ada tingkatan yang harus kita lalui :

  1. Tahap fisik… dimana kita mempelajari aturan agama yang berhubungan dengan  fisik kita , misalnya : tatacara sholat , berdagang , dan  bermasyarakat… yang dalam agama Islam disebut ilmu syariat yang lebih spesifik dinamakan : “ilmu fikih” , ilmu ini diajarkan untuk anak usia sekolah SD , inilah yang dinamakan “ISLAM” ( Kesadaran Fisik ).
  2. Tahap Perasaan… didalam tahap ini kita mempelajari hal-hal yang bersifat lebih dalam lagi , yaitu : bagaimana kita beribadah tidak hanya fisik semata.. tapi perasaan / jiwa kitapun juga ikut beribadah.Sehingga tidak ada orang ahli ibadah yang masihdikendalikan oleh  nafsunya.Ilmu ini diberikan untuk Usia sekolah SMP .Ini yang dinamakan tahap “IMAN” ( Kesadaran Jiwa )
  3. Tahap Hati… pada tahap ini , seseorang akan menjadikan semua anggotanya / elemen hidupnya berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan ,  tubuhnya , tingkah lakunya , perasaan dan kehendak hatinya . Tidak ada yang berlawanan dengan kehendak Tuhan… inilah orang-orang terpilih.Ini dinamakan tahap “IHSAN” ( Kesadaran Ruh )

Semoga apa yang saya tulis ini sesuai dengan kehendak Tuhan… dan bisa menjadikan pelajaran bagi saya dan yang mau membaca… Wasalam…

Tentang Mpu-Elcom

Sholatku , ibadahku , hidupku , dan matiku , ku persembahkan untuk Allah tuhan Alam semesta...
Pos ini dipublikasikan di sekedar info dan tag , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Belajar mencari “AKU” ( nikmatnya ketiadaan )

  1. sugeng pribadi berkata:

    cool…..

  2. Ronggo berkata:

    Muantabzzzz….maz…

  3. saka fahreza berkata:

    waduh komentarnya mbah yang satu ini malah bikin pusing… tambah bingung mbah.. minta petunjuk mbak… besuk yang keluar berapa ya…

  4. Mpu-Elcom berkata:

    @saka fahreza : besok yang keluar … usaha kita saat ini , ditambah simpanan kita di masa lalu…🙂

  5. Fidelia Rung berkata:

    I agree with your thoughts here and I really love your blog! I’ve bookmarked it so that I can come back & read more in the future.

  6. Karie Maxell berkata:

    Beautiful blog with nice informational content. This is a really interesting and informative post. Good job! keep it up, hope to read your other updates. Thanks for this nice sharing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s