Prinsip Manfaat

Saya pernah dengar Sabda Nabi : “Sebaik-baik manusia adalah Manusia yang paling berguna / manfaat bagi orang lain.”

Mungkin secara terjemahan ada yang kurang pas… ( maklum bukan ahlinya…🙂 ).Tetapi saya ingin mengurai sesuai dengan kemampuan dan pengalaman saya.

Secara umum ,berdasarkan tindakan , manusia tergolong atau   terbagi menjadi 5 :

  1. Mengganggu
  2. Merepotkan
  3. Biasa /Umum
  4. Membantu
  5. Manfaat / berguna.

1. Mengganggu… proses mengganggu adalah lawan kata dari manfaat.Misalnya: mencuri , merusak , memaksa , menjebak , menipu , dll … dimana pasti ada seseorang atau golongan yang akan merasa lebih nyaman bila  tindakan tersebut  tidak dilakukan.Tindakan ini biasa dilakukan oleh orang-orang yang egois ( ingin menjadi yang ter… ) , sehingga mereka tidak perduli kepentingan  orang lain.. yang penting kebutuhan mereka terpenuhi..dan terlayani.

2. MerepotkanTindakan ini biasa dilakukan oleh orang yang berkarakter anak-anak , artinya: mereka ingin ikut dalam suatu kegiatan…tetapi dia tidak mengetahui apa yang harus dilakukan , aturannya bagaimana…mereka hanya ingin membantu tetapi tidak bisa berbuat   sehingga membikin repot  orang lain yang akan merasa keberatan ( menggerutu ) walaupun orang tersebut rela membantu / melakukan tugas mereka.

3. Biasa  / Umum , tindakan ini biasa dikerjakan oleh orang -orang profesional… dimana mereka bekerja sesuai porsi pekerjaan masing-masing.Artinya : mereka bekerja sesuai dengan tugas pribadi masing-masing , setelah tugas mereka selesai mereka berhenti. Walaupun masih banyak pekerjaan temannya  yang belum selesai.

4. Membantu… Tindakan ini dilakukan oleh mereka yang mempunyai jiwa saling membantu ( belas kasihan ) , artinya : setelah pekerjaan mereka selesai , mereka dengan ringan tangan menawarkan bantuannya kepada teman atau  orang lain yang pekerjaannya belum selesai….

5. Manfaat / berguna …. tindakan ini dilakukan oleh mereka yang memikirkan efek dan fungsi dari suatu tindakan atau perbuatan.Jadi bila suatu tindakan yang mereka lakukan akan membawa kebaikan yang lebih luas , maka mereka akan melakukannya. Walaupun secara pribadi mereka  rugi… , mereka menggunakan filosofi lilin… ( dimana lilin akan terus menerangi sekitarnya , walaupun ia sendiri akan habis dan mati.. ).

Memang berat untuk berbuat baik untuk orang lain.Tetapi kalau kita mau melihat bagaimana Tuhan mendewasakan kita dengan umur kita maka kita akan sadar , betapa Tuhan secara bertahap membuat kita dewasa baik secara usia ataupun secara jiwa:

  1. Kita ada dimulai dari pembuahan yang terjadi , dan kita terjaga didalam Rahim ibu sampai kita dilahirkan.Disini proses ditangani oleh Tuhan.
  2. Setelah lahir , proses tanggung jawab tersebut di serahkan kepada Orang Tua kita ( Ibu dan bapak ) . Disini kita belum bisa berbuat apa-apa , jangankan melawan orang tua makan dan minum saja kita harus dibimbing orang tua.Ini mungkin perlu diingat bagi anak yang merasa lebih pintar dari orang tuanya…
  3. Setelah dewasa , kita dituntut untuk mandiri. Artinya : kita harus bisa mengurusi kebutuhan yang kita gunakan untuk kepentingan pribadi kita.Misalnya: mencuci pakaian , mencuci piring yang habis kita buat makan ,  dan lain-lain yang berhubungan dengan kebutuhan dan kebaikan kita pribadi.
  4. Setelah bekerja , tanggung jawab kita bertambah , dimana kita disamping mengurusi kebutuhan pribadi … kita juga harus membantu orang tua dan adik-adik kita.
  5. Setelah menikah, tanggung jawab kita semakin bertambah lagi … karena kita harus mencukupi kebutuhan keluarga kecil kita ( kita dan istri ) juga tetap harus tetap membantu orang tua.
  6. Setelah mempunyai anak , tanggung jawab kita akan bertambah lagi yaitu kita + istri + anak + orang tua.
  7. Setelah mempunyai cucu….. kedewasaan jiwa dan raga kita akan sangatlah ranum.. dan  pada akhirnya… kita akan meninggalkan semua baik yang kita sayangi / cintai  maupun yang kita benci / musuhi…

ada juga yang tidak mau belajar… kadang sudah punya anak masing saja bergaya seperti anak muda yang belum punya tanggung jawab …semoga kita dijauhkan dan terjaga dari perbuatan seperti itu.

Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami , istri-istri kami , dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam / pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. (Al-Furqan: 74)

Tentang Mpu-Elcom

Sholatku , ibadahku , hidupku , dan matiku , ku persembahkan untuk Allah tuhan Alam semesta...
Pos ini dipublikasikan di sekedar info dan tag , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Prinsip Manfaat

  1. Pendidikan dan IT berkata:

    terimakasih atas masukannya moga bermanfaat bagiku
    mungkin selama ini q masih tergolong pertama dan kedua terhadap jenengan,… mg2 q bisa merubahnya. amien

  2. Mpu-Elcom berkata:

    @Pendidikan dan IT: Maaf pak …. saya sering membuat marah banyak orang… mudah-mudahan akan berakhir dengan “husnul Khotimah” Amien…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s